Tuesday, 26 March 2013

Cara Hack Pulsa Timor Telecom Gratis

THE UNG Tips - ini adalah cara untuk mengisi pulsa 2 SIM dengan Operator yang sama sekaligus hanya dengan membeli 1 buah pulsa ..
jadi masih harus beli pulsa dulu. tapi pulsanya yang digosok itu loh ..

nih caranya ane dapet dari internet, pengalaman dari seseorang.
  1. Silakan beli pulsa. Suruh teman Anda yang membeli pulsa yang se-operator dengan Anda ke Konter lengganan Anda.
  2. Bilang sama teman Anda, ” guw punya trik biar bs ngisi pulsa 2 kartu trs luw cm bli 1 kartu doank”. Pasti teman Anda langsung penasaran seperti saya.
  3. Ketika Anda sudah menggosok kode Hologram, masukkan semua digitnya. Teman Anda juga wajib memasukkan nomernya. Ingat, jangan sampai salah 3 kali atau pulsa yang tadi Anda beli akan hangus.
  4. Suruh teman/ Anda sendiri yang menekan tombol OK pada hp Anda dan teman Anda yang tadi sudah diketikkan digit pulsa secara bersamaan. Ingat, tidak boleh salah satu lambat atau cepat. Tapi harus pas keduanya.
  5. Setelah dalam proses, matikan HP Anda sekitar 1 Menit.
  6. Kemudian, hidupkan kembali. Dan cek pulsa Anda.

Di Atas adalah beberapa Mekanisme mengisi Pulsa ke 2 kartu SIM sekaligus dengan Operator yg sama tanpa perlu membeli 2 kartu sesuai dengan pengalaman orang tsb. katanya dia udah coba sekitar 5 kali, dan semuanya berhasil
 

Cara Jitu Untuk Hidup Hemat Tidak Boros


THE UNG News - Banyak orang yang mngatakan hidup hemat itu menahan hawa nafsu untuk belanja/ jajan. Sebetulnya tidak hanya itu saja, ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk hidup hemat. Cuma, kita harus lebih teliti atau berhati-hati dalam keseharian. Jangan suka maen, tu salah satu penyebab keborosan.
Hal paling pertama dilakukan adalah dari niat diri Anda sendiri. Sebab niat merupakan cara agar kita dapat meraih sesuatu agar mencapai tingkat kemaksimalan dalam bertindak. Anda dapat menghitung pengeluaran dalam bulan ini dengan cara menghitung pengeluaran kebutuhan pokok yang Anda butuhkan. Jangan sampai tergoda dengan kebutuhan sekunder dan tersier. Tapi tentukan kebutuhan yang paling pokok dahulu.
Anda bisa hemat dalam makan ala kadarnya dalam keseharian Anda. Jangan suka pilih-pilih makanan dalam keseharian. Yang terpenting Anda dapat kenyang dan memenuhi kebutuhan kesehatan tubuh Anda. Dan jangan lupa untuk makan-makanan 4 sehat 5 sempurna. Dan usahakan Anda makan dirumah sendiri dari pada makan di warung-warung luar. Sebab selain makan di luar mahal Anda juga tidak tahu tingkat kebersihan makanan tersebut.
Hemat energi dapat anda coba dalam hidup hemat. Seperti hemat listrik, hemat air, dan lain sebagainya. Dari hemat listrik dan air atau yang lainnya kita dapat menyisihkan pengeluaran perbulannya dari hal tersebut. Gunakan lampu dengan sensor cahaya, ini sebuah terobosan dalam dunia teknologi sensor. Lampu akan menyala jika ada orang disekitar lampu tersebut, sehingga jika tak ada orang otomatis lampu mati ini akan menghemat biaya pemakaian listrik.
Gunakan kendaraan umum dalam aktivitas keseharian Anda. Selain Anda dapat menghemat pengeluaran kendaraan umum juga menekan tingkat polusi udara yang marak sekarang ini. Coba bayangkan jika semua orang menggunakan kendaraan pribadi, selain menyebabkan polusi udara kendaraan umum dapat menyebabkan kemacetan.
Hindari keluar maen atau pertemuan yang tidak penting. Karena selain mengeluarkan ongkos untuk perjalanan selain itu mengeluarkan biaya untuk biaya sosial pertemuan ( rokok, makan dan minuman. Hal ini yang biasanya menyebabkan pemborosan dalam keseharian ).
Itu sedikit cara untuk hidup hemat, mungkin masih banyak selain cara di atas. Kalo misalkan ada yang ingin menambahkan, silahkan deh..^_^

THE UNG

Tips Menjadi Lawan Bicara yang Menyenangkan

Be Smart - Ketika berbicara face to face dengan seseorang kita harus terlihat antusias dan harus menunjukkan sebagai partner bicara yang baik dan menyenangkan. Akan tetapi masalah yang sering kita hadapi setiap kali kita bertatapan langsung dengan mata lawan bicara tersebut, seketika itu pula timbul rasa tidak nyaman, grogi dan bahkan salah tingkah.

Menjadi teman berbincang yang menyenangkan bisa dibilang susah-susah gampang. Apalagi dengan orang yang baru dikenal. Itu bukti bahwa tidak semua orang betul-betul menguasainya, walau sebenarnya hampir setiap waktu tak lepas dari aktivitas komunikasi dengan orang lain.

Lalu, bagaimana menjadi teman berbincang yang baik dan menyenangkan? Berikut tips dari The Art Of Conversation yang diberitakan oleh laman Yahoo! Shine:

1. Hindari detail pembicaraan yang tidak penting
Terkadang dalam sebuah perbincangan seru, Anda akan merasa terpojok terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mendetail mengenai diri Anda atau sebuah kasus. Jika Anda menganggap hal tersebut tidak penting untuk dibicarakan, Anda tidak harus menjelaskannya. Namun, jangan pernah mengalihkan perbincangan karena akan mengubah suasana komunikasi yang telah tercipta.


2. Jangan menanyakan pertanyaan lain jika pertanyaan sebelumnya belum selesai dijawab
Jika Anda menanyakan pertanyaan mengenai salah satu sisi kehidupan dari lawan bicara Anda, jangan langsung loncat pada topik pembicaran lain mengenai diri Anda sebelum hal tersebut terjawab. Selain akan membuat Anda terlihat egois, lawan bicara Anda pun akan malas melanjutkan perbincangan dengan Anda.


3. Jangan memotong seseorang yang sedang berbicara
Ceritakan hal yang ingin Anda perbincangkan dengan jelas dan tidak bertele-tele, serta jangan pernah memotong lawan bicara. Dengan begitu Anda memberikan kesempatan pada lawan bicara Anda untuk mengutarakan pendapatnya. Perbincangan seru dua arah pun akan mudah terbentuk.

4. Jangan bertentangan, khususnya jika hal tersebut tidak penting
Perbincangan tidak akan pernah luput dari hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut seseorang. Namun, jangan pernah ngotot jika hal tersebut tidaklah penting untuk dibicarakan.

5. Jangan menguasai perbincangan
Tanyakan pertanyaan untuk mengetahui kesamaan di antara kalian. Jangan pernah egois dalam sebuah perbincangan. Perbincangan dua arah antara kalian akan membuat perbincangan semakin seru, dan Anda pun akan menemukan banyak kesamaan dengan lawan berbicara Anda.

6. Jangan selalu menjadi pahlawan dari setiap cerita
Bangunlah perbincangan yang seimbang. Jangan selalu bercerita tentang Anda, kehidupan Anda, teman Anda, dan apapun mengenai Anda.

7. Pilihlah topik sesuai keinginan bersama
Bacalah topik yang menarik untuk diperbincangkan dengan lawan bicara Anda. Jangan berbicara tentang politik jika Anda mengetahui lawan bicara Anda bukanlah orang politik.

8. Jadilah pendengar yang baik
Dengan menjadi pendengar yang baik, Anda dapat membangun topik-topik perbincangan yang seru dengan lawan bicara Anda.

9. Perbincangan harus seharmoni dengan lingkungan
Perhatikan keadaan sekitar, terkadang kondisi di sekitar kalian bisa menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan.

10. Jangan terlalu membesar-besarkan cerita
Ceritakan sebuah cerita sesuai fakta yang ada. Gunakan nada bicara dan ekspresi yang sesuai unuk menggambarkan cerita tersebut.

Salah tingkah akibat grogi saat bicara dengan orang lain tentu menimbulkan rasa serba salah bagi kita, di satu sisi bila wajah dan tatapan mata kita tidak ditujukan ke lawan bicara ini tentu menimbulkan kesan tidak sopan dan tidak memperhatikan, tapi bila kita terus melakukan kontak mata secara langsung rasa grogi dan salah tingkah tetap akan muncul.

Untuk menghindari grogi dan salah tingkah bahkan sampai menundukkan kepala akibat grogi ketika habis saling bertatapan mata. Maka ada kiat yang sangat jitu yang patut dicoba, yaitu ketika berbicara dengan lawan bicara kita, arahkanlah tatapan mata Anda di wilayahtriangle face yang meliputi dahi, gelembung pipi dekat hidung dan wilayah bibir kiri-kanan.

Read more: http://susila-besmart.blogspot.com/2011/12/tips-menjadi-lawan-bicara-yang.html#ixzz2OcdUj88i

Daddy Story - Dibalik hati Seorang Ayah

Saya terharu saat membaca cerita ini, cerita yang sangat menyentuh hati . Silahkan baca sebagai bahan renungan apa yang telah kita perbuat terhadap ayah dan apa yang ayah telah perbuat untuk kita.

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya..... Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Ayah? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?


Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...... Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.... Tapi sadarkah kamu? Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.



Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.... Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu.

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah"


Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Ayah harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Ayah tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia.... Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Ayah telah menyelesaikan tugasnya....

Ayah, Papa, atau Bapak kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Ayah... your the best !!!

Mommy Story - Ibu Memang Wanita paling Hebat

Suatu hari,ada seorang anak perempuan yang bernama Suci bertanya kepada ibunya, "Ibu,mengapa ibu menangis??"
Lalu ibunya menjawab,"karena ibu seorang wanita nak."
"Aku tidak mengerti bu?" kata Suci.

Ibunya hanya tersenyum manis dan memeluknya dengan erat.
Kemudian Suci bertanya kepada ayahnya, "Ayah mengapa ibu menangis?"
"Ayah tidak tahu nak, ya begitulah ibumu suka menangis tanpa ada sebab yang jelas."
"Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan yang jelas."
Semakin hari Suci pun tumbuh menjadi anak remaja,dan dia semakin bertanya-tanya mengapa wanita itu sering menangis? Hingga suatu malam, saat dia tidur dia bermimpi bertemu dengan Tuhan dan bertanya " Ya Allah, mengapa wanita itu mudah menangis?." Dan di dalam mimpi itu seolah-olah Tuhan mendengar pertanyannya dan menjawab:

"Saat aku ciptakan wanita,Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur."
"Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau sering kali menerima cerca dari si bayi saat dia beranjak remaja nanti."
"Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat banyak orang yang sudah menyerah."
"Kuberikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walaupun dia sudah merasa letih, merasa sakit, merasa penat, tanpa berkeluh kesah."
 
" Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam keadaan dan situasi apapun. Walau sering kali anak-anaknya itu melukai hati dan perasaannya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anaknya ketika mengantuk menahan lelap. Sentuhan ini akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya."

"Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya saat melalui berbagai kesulitan dan menjadi pelindung baginya. Ibarat,bukankah tulang rusuk yang melindungi jantung agar tak terkoyak? "
"Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai istrinya. Walau sering kali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi."
"Dan akhirnya, kuberikan wanita itu air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Ini bukan kelemahan bagi wanita karena sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan."
Suci pun terbangun dari tidurnya,kemudian dia menghampiri ibunya yang sedang berdoa. Sambil menangis Suci memeluk erat tubuh ibunya dan berkata:
 
" Aku mengerti mengapa ibu menangis,maafkan aku ibu." Dan dengan hati yang tulus di pelukan sang ibu dia berkata " Aku sayang ibu.." Dan sang ibu pun memeluk erat tubuh Suci dengan mata berkaca-kaca.
Dunia ini memang banyak keajaiban,ciptaan Tuhan yang begitu agung tapi tak satu pun yang menandingi dekapan kasih sayang dari seorang ibu. Karena ibu adalah wanita yang paling hebat bagi setiap anak-anaknya.

Dokter Gigi Masa Kini

Se Dentista sira maka henesan ne'e, ntaun ita nia nehan moras hela deit/.


PEACE

Kisah Pohon Apel

Dahulu kala, ada sebuah pohon apel besar. Seorang anak kecil suka datang dan bermain-main setiap hari. Dia senang naik ke atas pohon, makan apel, tidur sejenak di bawah bayang-bayang pohon apel … Ia mencintai pohon apel iu dan pohon itu senang bermain dengan dia. Waktu berlalu …….
Anak kecil itu sudah dewasa dan dia berhari-hari tidak lagi bermain di sekitar pohon. Suatu hari anak itu datang kembali ke pohon dan ia tampak sedih. “Ayo bermain dengan saya,” pinta pohon apel itu. Aku bukan lagi seorang anak, saya tidak ‘bermain di sekitar pohon lagi. “Anak itu menjawab,” Aku ingin mainan. Aku butuh uang untuk membelinya. “” Maaf, tapi saya tidak punya uang ….. tapi Anda bisa mengambil buah apel saya dan menjualnya. Maka Anda akan punya uang. “Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua apel di pohon dan pergi dengan gembira. Anak itu tidak pernah kembali setelah ia mengambil buah apel. Pohon itu sedih.
Suatu hari anak itu kembali dan pohon itu sangat senang. “Ayo bermain-main dengan saya” kata pohon apel. Saya tidak punya waktu untuk bermain. Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Dapatkah Anda membantu saya? “Maaf tapi aku tidak punya rumah. Tetapi Anda dapat memotong cabang-cabang saya untuk membangun rumahmu.” Lalu, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting dari pohon dan pergi dengan gembira. Pohon itu senang melihatnya bahagia, tapi anak itu tidak pernah kembali sejak saat itu.
Pohon itu kesepian dan sedih. Suatu hari di musim panas, anak itu kembali dan pohon itu begitu gembira. “Ayo bermain-main dengan saya!” kata pohon. “Saya sangat sedih dan mulai tua. Saya ingin pergi berlayar untuk bersantai dengan diriku sendiri. Dapatkah kau memberiku perahu?” … “Gunakan batang pohonku untuk membangun perahu. Anda dapat berlayar jauh dan menjadi bahagia.” Lalu anak itu memotong batang pohon untuk membuat perahu. Dia pergi berlayar dan tak pernah muncul untuk waktu yang sangat panjang.
Akhirnya, anak itu kembali setelah ia pergi selama bertahun-tahun. “Maaf, anakku, tapi aku tidak punya apa-apa untuk Anda lagi. Tidak ada lagi apel untuk ananda. …” kata pohon “…..
” Saya tidak punya gigi untuk menggigit “jawab anak itu.”
” Tidak ada lagi batang bagi Anda untuk memanjat” .
“Saya terlalu tua untuk itu sekarang” kata anak itu.”
“Saya benar-benar tak bisa memberikan apa-apa ….. satu-satunya yang tersisa adalah akar sekarat” kata pohon apel dengan air mata.
“Aku tidak membutuhkan banyak sekarang, hanya sebuah tempat untuk beristirahat. Saya lelah setelah sekian tahun.” Anak itu menjawab.
“Bagus! Akar Pohon Tua adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahat di situ.” “Ayo, ayo duduk bersama saya dan istirahat”
Anak itu duduk dan pohon itu sangat gembira dan tersenyum dengan air mata.


END

Ini adalah cerita untuk semua orang. Pohon adalah orang tua kita. Ketika kita masih muda, kita senang bermain dengan Ibu dan Ayah … Ketika kita tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka … hanya datang kepada mereka ketika kita memerlukan sesuatu atau ketika kita berada dalam kesulitan. Tidak peduli apa pun, orang tua akan selalu berada di sana dan memberikan segala sesuatu yang mereka bisa untuk membuat Anda bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak laki-laki itu kejam kepada pohon tapi itu adalah bagaimana kita semua memperlakukan orang tua kita.

Story Time - Mae Perdua hau ba...!!!

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.
Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.
Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.

Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”

” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.
Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai.
“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,…
ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata
“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”
Ana, terhenyak mendengar hal tsb.
“Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.
Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.
Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”
Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.

Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ibu, Maafkan Aku…!!! (Bab ke 3)


Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang
Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Job at Moris Rasik as Project Coordination Consultant

Scope of Work: Project Coordination Consultant
World Education, Inc.
March 12, 2013
Position Title: Project Coordination Consultant, Expanded Financial Literacy and Livelihoods Program
Location: Ermera, Timor-Leste
Contract Dates: The contract for this position will be 4.5 months from April 15, 2013 through August 30, 2013.
Employer: The position is being offered by MORIS RASIK, the largest Microfinance Institution in Timor-Leste. While the position will be funded by Moris Rasik, the Project Coordinator will be managed by World Education, a US-based INGO providing technical support to Moris Rasik.
Project Summary
Moris Rasik is the largest microfinance institution in Timor-Leste, providing access to loans and training in small business for nearly 13,000 women nationwide. In 2011, Moris Rasik, World Education, and NZAID entered into a pilot project to expand Moris Rasik’s services to include Financial Literacy and small enterprise skills training to its clients. Based on the success of this pilot, the program has expanded to include a wider number of beneficiaries (7,000 rural Timorese Women are expected to take part across a majority of the country’s districts) and services offered. A new component will also be added in the form of agricultural education training to improve nutrition, food security, and diversification of income generating sources. Through these activities, the project aims to increase loan productivity while improving the livelihoods of poor families.
Position Summary
The Project Coordinator will be responsible for overseeing all aspects related to project implementation including
· Direct management and mentoring of 14 member team, including 12 trainers in 2 teams, a Finance and MIS Officer and an international Agricultural Trainer
· Liaising with Moris Rasik Foundation senior management in Dili to build project understanding and buy in, as part of the long term capacity development process for MR to manage the project in the future
· Coordinate and build productive relationships with existing Moris Rasik Branch Manager and team
· Maintaining regular communication and reporting with World Education management and technical staff in country and in Jakarta.
· Ensuring that implementation meets targets on time with high quality and reporting / managing risks as they arise
· Managing budgetary and financial aspects of program implementation (with backstopping from Jakarta), including cash management, reconciliation and monthly reporting
· Leading documentation process including summary financial and narrative reporting via written and oral presentation
· Providing community, government, and civil society outreach.
· Representing the program to other stakeholders.
Duties and Responsibilities
Throughout the life of the program:
· Provide guidance, mentoring and oversight to ensure the effective implementation of activities by Moris Rasik to achieve stated goals and objectives, within budget parameters and according to the time bound work plan.
· Make regular site visits to monitor implementation of activities in the project district
· Develop capacity of Moris Rasik trainers to incorporate rigorous Monitoring and Evaluation tools and ensure that the project collects required M&E data.
· Work with World Education staff to develop the capacity of Moris Rasik trainers, particularly in the use of excel and other programs, project planning and management and monitoring and evaluation processes.
· Provide regular financial and narrative reports.
· Represent the program to donors, authorities, local partners, and other stakeholders.
· Foster relationships with local authorities and other stakeholders to ensure program buy-in.
· Analyze data and draft quarterly and annual reports, both for financial reporting and narrative
Qualifications and Requirements:
· Project management experience including solid coordination, organizational, financial, reporting and M&E skills are essential for this position.
· Demonstrated ability to manage a multi-faceted project
· Fluency in English (written and spoken) is required.
· Fluency in Bahasa Indonesia OR Tetun is required.
· Training and training management experience, particularly with adult education and/or agriculture sectors.
· Excellent communication – report writing, networking – and computer skills.
· Excellent inter-personal skills and ability to work with a wide range of stake-holders.
· Self-motivated, independent, and willing to live and work in a remote area.
· Commitment to community development and human resource development in Timor-Leste.
· Preferred to have a motorcycle license and be able to ride a motorcycle in remote areas.
· University degree, ideally in relevant development sector.
· Curriculum development experience is useful though not required.
Compensation: Commensurate with experience.
Application Procedure:
Interested applicants, please email a recent CV and Cover Letter to Dr. Robert Lindsley, World Education Senior Asia Region Advisor at lindslro@gmail.com
Please note that files must be received in either Word or PDF format and must be named according to the following template: Surname_FirstName_CV for the CV or Surname_ FirstName_CoverLetter
Application close on March 31, 2013.

Job at Save the Children as Independent Consultant to conduct ‘end of program’ evaluation

Save the Children’s Health Program in Timor Leste

Terms of Reference
Independent Consultant to conduct ‘end of program’ evaluation

This Terms of Reference (TOR) sets out the requirements to conduct the end of program evaluation of the Save the Children Health Program in Timor-Leste which is funded by AusAID. An independent consultant will be contracted on behalf of Save the Children to carry out the tasks described in this TOR.

1. Background
Country background: The 2009 Human Development Index (HDI) ranks Timor Leste 162 out of 182 countries and the low overall living standards are reflected in the average life expectancy of 59.7 years. Although there have been major developments in the country there are still major obstacles to overcome to improve health outcomes for the population, including children who are most vulnerable.

Improving the health situation of women and children is a priority for Timor Leste and the country is committed to achieving the Millennium Development Goals (MDG) by 2015. The key MDGs selected for the Save the Children (SC) Health Program are MDG 4, reducing child and infant mortality and MDG 5, reducing maternal mortality.

The rate of child mortality in Timor Leste is 64 deaths per 1000 live births; the country aims to reduce this to 53 deaths per 1000 live births by 2015 (MDG 4). For maternal mortality (MDG 5), the current estimate is 557 death per 100,000 live births, and the aim is to reduce this to 252 by 2015. Although there has been progress over the past seven years, there remains a gap between the trend demonstrated in current indicators and 2015 targets. SC’s Health Program aims to contribute to achieving these targets and permit women and their children their right to life, as per article 6 in the Convention on the Rights of the Child.

Overview of the Health Program of Save the Children in Timor Leste:
Save the Children’s vision is a world in which every child has a healthy and safe childhood, the opportunity to learn, and a voice to speak for them. Save the Children’s (SC) Health Program in Timor Leste aims to reduce the morbidity and mortality among East Timorese newborns and their mothers in alignment with their rights.

In so doing, SC is contributing to the Millennium Development Goals (MDG) through reducing child and maternal mortality. Infants, young children and their mothers are the main focus of the Program. A primary health care approach focusing on maternal, newborn and child health is being implemented including behavior change communication (BCC), community mobilisation, and health systems strengthening. The program is in the implementation phase covering 8 sub districts of two rural and remote mountainous districts of Timor-Leste (Ainaro and Manufahi).

Implementation of the program is through partnerships with:
o local NGOs (Alola Foundation, Health Net and Sharis Haburas Comunidade (SHC)),
o the Government (Ainaro and Manufahi District Health Services) and
o Community Based Organizations (Mother Support Groups (MSG) and Children’s Clubs (CC))
This model provides an integrated approach to improving maternal and child health outcomes.

Program objectives are outlined below:

a) Improve the nutritional status of pregnant and lactating women, and children under 2 years (through improved breastfeeding and appropriate complimentary feeding strategies);
b) Increase level of knowledge and skills of target communities regarding aspects of healthy living (i.e. nutrition, hygiene, physical wellbeing, free from communicable diseases etc.);
c) Improve practices of birth preparedness of caregivers including strengthening referral mechanism for complicated pregnancies;
d) Strengthen the capacity of district health systems including community based health workers to provide quality primary health care services; and
e) Strengthen Village Health Committee members to enable them to monitor and advocate for quality health services delivery at the community level.

2. Purpose of Evaluation
This program requires the services of an independent consultant to undertake an end of program evaluation to assess the quality of implementation and outcomes, and make recommendations for future programming.

Save the Children will be withdrawing operations from Timor-Leste in September 2013 and the Health Program evaluation will be an important part of SC reflecting on success, challenges and lessons learned. SC will feed this learning into future SC health programming and into the Timor health sector analysis and programming.

This evaluation will also be intricately linked with an overall program learning review which will be contribute to a final three year learning publication.

This health evaluation is to be a learning process for SC and partner staff, with an emphasis on building the capacity of SC and partner staff regarding data collection, collation, analysis, and interpretation skills.

AusAID requires this evaluation as part of their ANCP performance reporting process – and during the in-country component, initial findings will be presented to AusAID and other relevant stakeholders in Dili, Timor-Leste.

3. Objectives and key evaluation questions
The evaluation is to achieve the following:

a) Assess the extent of achievements of program objectives (what was the outcome/ impact of the program);
b) Assess the quality of program implementation including evaluating partnership processes and the overall management of program activities; and
c) Provide lessons learned and recommendations for future programming for SC and the health sector.
Key evaluation questions will be developed with the team members, as part of the evaluation capacity building focus.

4. Scope of evaluation
The scope of the evaluation will include:

a) Desk review of the Health program design documents, M&E frameworks, financial budgets, annual plans, past reports by SC;
b) Developing an evaluation process plan that will effectively evaluate program outcomes and impact, program effectiveness, and quality of partnership and management.
c) Developing a plan for data collection and analysis with the methodology using a mix of quantitative and qualitative methods, and encouraging beneficiary & stakeholder participation (including field visits to program sites (Ainaro and Manufahi));
d) Providing a written evaluation report at the conclusion of the evaluation review outlining findings, learning and recommendations;
e) Presenting these initial findings with SC and other key stakeholders in Dili, Timor Leste.

5. Evaluation design and methodology
This evaluation should use both quantitative and qualitative methods consisting of structured questionnaires, observations, semi-structured in-depth interviews (IDIs), focus group discussions (FGDs) and any other relevant tools.

Subjects to be involved (e.g. interviewed, complete questionnaire) during the evaluation will include: SC health staff, local NGO implementing partner staff, government health staff, health volunteers (PSF), health committee (PDSS) members, direct beneficiaries of the health program, caregivers of children under-2, school children, community leaders (Chefe Sucos & Aldeia), and other stakeholders like INGOs, national NGOs and CBOs working in the sector and/ or in the geographical locations.

Where possible and appropriate, the evaluation tools (questionnaires etc.) should be finalised and translated into Tetun (with support from the evaluation team members).

6. Organisation, roles and responsibilities

The evaluation team will be led by the independent consultant and will comprise of SC and partner NGO team members. Team members
Independent Consultant TEAM LEADER
Health Program Manager (SC) Team member
Health Program M&E Officer (SC) Team member
Senior Health Officer Ainaro (SC) Team member
Senior Health Officer Manufahi (SC) Team member
Health Program Community Development Officer (SC) Team member
Partner NGO representatives (Alola, Healthnet & SHC) Team member
Child Rights & Governance Program Manager (SC) Team member overall program
Senior Coordinator Child Rights & Governance (SC) Team member overall program
Program Director (SC) Team member overall program

The evaluation team and other program staff will travel with the independent consultant to the field. There may be some overlapping themes and questions etc. with target groups being interviewed. I.e. it is envisaged that there will be some interviews, questionnaires, focus group discussions etc. that are conducted to collect data for both evaluations (health and the broader overall program one) – but the health evaluation will be of a deeper nature and have a stand-alone analysis and report. The independence of the health evaluation and consultant will be respected, but the consultant should be aware that the health evaluation is part of a larger reviewing process.

The team will undertake the following tasks:
a) A desk review of program design documents, reports, budgets, M&E framework, Demographic health survey, and other relevant documents;
b) Developing an evaluation process plan that outlines and summarizes the data collection, collation and analysis methodology including reporting and presentation;
c) Travelling to the district field to visit program locations;
d) Conducting the actual review/ evaluation questions and other identified tools
e) Provide final evaluation report and presentation to key stakeholders and including recommendations for future programming.

Defining the differential roles
Specific roles of the independent consultant:
· Desk review of the relevant project documents
· Develop evaluation plan and questionnaires etc. with evaluation team members
· Facilitate training for the data collectors
· Facilitate stakeholder workshops as relevant (Dili and district based)
· Guide and supervise the data collectors to carry out their respective activities
· Conduct data analysis with the team members, identifying key issues, trends, outcomes and learning
· Take the lead in drafting the summary report on the evaluation
· Present the study purpose, methodology, findings, and recommendations to Save the Children and other stakeholders (including AusAID) at the national level
· Finalise the evaluation report, incorporating stakeholder feedback

The specific roles of the team members:
· Accompany the independent consultant and participate fully in the evaluation
· Provide insight into the SC health program
· Participate in tasks and assessment as required by the independent consultant
· Provide inputs into the evaluation planning and implementation

7. Deliverables
The Evaluation team led by the Independent Consultant must provide the following:

a) Evaluation Plan and MethodologyThe evaluation plan must address program logic (log frame and objectives etc.); key evaluations questions and outline the proposed methodology. The methodology must be culturally appropriate for the target audience.

b) Final Report
The independent consultant must provide a detailed final report to SC and key stakeholders and include the following information:
o Executive Summary
o Program Description
- Program background and rationale
- Program goal, objectives and outputs (logical framework)
- Cross cutting themes
- Key stakeholders
o Program relevance analysis
o Output and Activity analysis
o Outcome and Impact analysis
o Program management analysis (partnership and program management)
o Sustainability
o Budget and expenditure variance report
o Case study compilation
o Lessons Learned
o Recommendations
o Conclusion

c) PresentationPresent final report to SC, AusAID and other key stakeholders

8. Timeline
The in-country component of the health evaluation will be for a period of 24 days (to be completed within 30 days) from the date of arrival in Dili, Timor-Leste. Evaluation needs to start on 8 July, 2013.


Days Activity
5 days In-country desk review of all relevant documents, develop evaluation plan in collaboration with Save the Children staff.
1 day Meet with stakeholders in Dili (partners and Ministries) to conduct workshop/ FGD about overall program activities, outputs, outcomes.
1 day Travel to field (Dili to Manufahi) if the plane is available then travel will be one hour instead on one day
3 days Manufahi Visit project sites, collect data through consultation/ focus group discussions with district stakeholders (including partners/ district health services/ beneficiaries).
1 day Travel in field (Manufahi to Ainaro) about three hours
3 days Ainaro Visit project sites, collect data through consultation/ focus group discussions with district stakeholders (including partners/ district health services/ beneficiaries).
1 day Travel from field (Ainaro to Dili) if the plane is available then travel will be one hour instead on one day
2 days Analysis workshop in collaboration with Save the Children staff and representative from partners.
3 days Write up report.
1 day Presentation of briefings to ministries, partners and other key stakeholders.
3 days Finalisation of report




9. Budget/Resources
Total budget for this evaluation is US$ 14,000 which will include independent consultant fee, his/her accommodation, and any per diem and travel costs.



10. Plan for dissemination and learning
The evaluation report will be disseminated among key stakeholders including community members, partner NGOs, nutrition working group, Government departments (national and district level) and other stakeholders working in the Health sector.

The Health Program Evaluation report will be a component of a larger review of all SC programs and activities in Timor-Leste; so the main points from this health program evaluation will be captured in the final overall SC program review publication.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Competency and expertise required: We are interested in person with strong field-based research skills (both quantitative & qualitative data collection, analysis and reporting) and experience conducting research and evaluation in the health sector, especially in the areas of Nutrition and Maternal & Child Health (MCH) care. The consultant must be committed to working with national staff as this evaluation will be a capacity development experience for some of the staff. Proficiency in Tetun is preferred.

Day to day liaison:
Joydip Ghosh, Health program Manager, Save the Children in Timor Leste

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Interested candidates are requested to apply for this position with their CVs, capability statements, list of research work and publications, and references. Applications must be submitted by 31 March, 2013. Please send all correspondence and supporting documents by email to Joydip Ghosh: joydip.ghosh@savethechildren.org.au

Opportunidade Bolsu Estudu iha America - PROBERTO


PROBETO

Scholarships for Higher Education
The USAID-funded Programa Bolsu Estudu ba Timor Oan, PROBETO, Scholarships for Higher Education is pleased to announce its open recruitment for Timorese candidates to study:

Associates and Bachelor’s Degrees in the United States

Starting in August 2013
Fields of Study: Financial Management, Accounting, Tourism, Hospitality Management, Business Administration and Development, Agriculture, Agribusiness and Teaching English

For more information, application requirements and forms go to:

http://www.iie.org/Programs/PROBETO
Or pick up an application packet at: Timor-Leste Chamber of Commerce, Universidade Nasionál Timór Lorosa’e (UNTL), Universidade Dili (UNDIL), or BELUN Offices throughout the country.

Applicants who satisfy the basic criteria but do not have sufficient English skills may be offered English language training in Timor-Leste.

FOR CONSIDERATION IN 2013,

COMPLETE APPLICATIONS MUST BE RECEIVED BY APRIL 26, 2013

Job at Seeds of Life (SoL) & Ministry of Agriculture as Gender Adviser

Location: Based in Dili with travel to districts
Duration: 2 months in 2013 and annual visits of 1 month for two years
Commencement date: May, 2013
Closing date for applications: 12 April, 2013
Remuneration: A competitive package will be offered

Description of the organisation:

Seeds of Life (SoL) is a program within the Ministry of Agriculture and
Fisheries (MAF) in Timor-Leste with the aim of improving food security in
Timor-Leste through increased productivity of food crops. The program is
jointly funded by the Governments of Australia and Timor-Leste
(http://www.seedsoflifetimor.org/)

Terms of reference:

The short-term Gender Adviser will work in close collaboration with members of
the SoL Adviser Team and MAF gender specialist to enable the gender goals,
outcomes and outputs of SoL. He/she will:

1. Review and update the draft SoL Gender Strategy with due regard to the SoL3
program design and gender initiatives of other agencies and NGOs.
2. Prepare and conduct gender awareness courses for SoL and involved MAF staff
working at national, district and suco levels.
3. In close collaboration with the M&E/Sosek Adviser and staff: design and
test an appropriate M&E tool to monitor progress in Gender Strategy outcomes
including community based informal seed production groups and pilot its
implementation, review and improvement

Qualifications & Experience:
• A graduate degree in social science, agricultural science or equivalent from
a recognized university.
• Demonstrated understanding of and some experience in the development and
implementation of gender sensitivity programs.
• Previous work experience in SE Asia with preference for experience in Timor-
Leste.
• Strong communication and writing skills.
• Fluency in English and at least basic proficiency in either Tetun or Bahasa
Indonesian

Apply:
Interested candidates can submit a short covering letter, CV, names of three
referees and a document addressing the required skills and experience
electronically to Dr Buenafe Abdon, Seeds of Life Timor-Leste
(buenafe.abdon@seedsoflifetimor.org) (+670 77984941).

Job at Ministry of Education - National Procurement Consultant (Infrastructure and Community Grants).

REQUEST FOR EXPRESSIONS OF INTEREST

(CONSULTANT SERVICES)

Democratic Republic of East Timor

Management Strengthening Project

CONSULTING SERVICES

Grant Nos: TF012495

Expressions of interest

The Democratic Republic of East Timor has received financing administered by the World Bank under the Global Partnership for Education Fund toward the cost of the Management Strengthening Project (MSP), and intends to apply part of the proceeds for consultant services regarding National Procurement Consultant (Infrastructure and Community Grants).

A key function of the National Procurement Consultant (infrastructure and community grants) will be to advise and support the Ministry of Education (MoE) in implementing updated Procurement Capacity Building Plan at the national and sub-national levels and community grants and in carrying out procurement especially of goods, works and non-consultant services under Education Sector Support Project, Second Chance Education Project and MoE budget. The responsibilities of the National Procurement Consultant (infrastructure and community grants) will include the following tasks, but not limited to:

- Advise the National Director for Procurement and the MoE management on procurement methods and strategies;

- Assist the MoE with preparation and update of procurement plans for World Bank-funded projects;

- Support the National Directorate for Procurement and MoE line Directorates with procurement planning under the MoE budget;

- Supervise and verify translation of procurement documents into the National Language(s) under the ESSP, SCEP and MSP;

- Oversee and/or conduct procurement (works, goods and non-consultant service) within the ESSP and SCEP and procurement funded out of the MoE budget.

- Support the IFU and the National Directorate for Non-formal Education with implementing procurement under community grants to ensure its compliance with the provisions of the respective Financing Agreements and Community Grant Manuals under ESSP and SCEP;

- Assist the MoE with contract management of works, goods and non-consultant services and verification of eligibility of expenses;

- Assist with preparing procurement reports as per the Financing Agreements provisions and regular procurement status reports to inform the MoE management and donors about the procurement progress, issues/irregularities and corrective measures undertaken;

- Assist the MoE with preparation of the ESSP Completion Reports, especially in part of civil work contracts and community grants.

The assignment is planned for 12 months on a full-time basis and is expected to commence in April 2013.

The Ministry of Education of the Democratic Republic of East Timor now invites eligible individual consultants to indicate their interest in providing the services for this position. Firms are not invited to propose individual consultants. Interested consultants must provide information indicating that they are qualified to perform the services (CV, description of similar assignments, experience in similar conditions, availability of appropriate skills, etc.). Qualification requirements are:

- Bachelor degree with a major in a relevant discipline (e.g., Business Administration, Procurement, Engineering, Commerce, Law) OR experience in procurement in accordance with the public procurement law and/or international financial institutions;

- A minimum of three years of directly relevant experience in successfully carrying out technical or managerial duties in procurement or development project management;

- Proficiency in English and Portuguese, Tetun or Bahasa;

- Experience in procurement capacity building/skills transfer;

- Computer literate. Knowledge and skills in using Word and Excel are mandatory;

- Knowledge of the World Bank Guidelines is highly desirable.

The successful candidate shall be offered a standard remuneration package according to rates for this level of specialization.

Interested eligible consultants may obtain further information and a copy of the Terms of Reference from the Management Strengthening Project at the address given below.

The email subject heading must be: National Procurement Consultant (Infrastructure and Community Grants).

A consultant will be selected in accordance with the procedures set out in the World Bank’s Guidelines: Selection and Employment of Consultants under IBRD Loans and IDA Credits and Grants by World Bank Borrowers (January 2011).

Interested consultants may obtain further information at the address below during office hours 09:00 to 17:00 hours of local time.

The Expression of Interest together with your latest curriculum vitae must be delivered to the email address given below by 5th April 2013


Attn: Mr. Danino da Cunha

National Director of Procurement

Ministry of Education

Democratic Republic of East Timor

Vila Verde, Dili

Tel: +670 3311035

Monday, 25 March 2013

Jobs at UNDP - Admin & Finance Associate

Great Jobs – Great Future


Are you enthusiastic and committed to development in Timor-Leste and interested in a career within the UN system? If so, UNDP is keen to hear from you. We have a number of well paid positions with excellent benefits. UNDP is committed to helping you develop your potential by providing great training and education opportunities for your future career advancement at national and international levels.


National Post:

· Administration and Finance Associate


UNDP is an equal opportunities employer. Eligible female candidates are strongly encouraged to apply.

Job descriptions, benefits, conditions of services and signed UNDP P11 form are available from UNDP Human Resources, Obrigado Barracks, Caicli Street, Dili. Alternatively email hr.staff.tp@undp.org or visit our website at http://www.tl.undp.org/undp/Employment.html


How to apply?

Please submit your letter of application together with CV and P11, a list of reference and other relevant supporting documents (including academic qualification) to below address:

P11 form are mandatory documents to be submit) and failed to submit either one of three mention documents will be automatic disqualify.

All application should be submit online to hr.staff.tp@undp.org. For those are not applying through online please submit your application to above address.

The deadline for submitting applications is 2 April 2013. Only short-listed candidates will be notified. Women candidates are strongly encouraged to apply.

Jobs at Ministry of Finance - Non Resident Account Adviser

Dear readers,


The Ministry of Finance is seeking applications from qualified applicants to fill the position of: Non-Resident Accounts Adviser [re-advertized] with specific objective to build on the work done by the National Accounts Adviser recruited under the PFMCBP to provide management and operational assistance to the Statistics Timor-Leste (STL) in the compilation of the national accounts for Timor-Leste. The assignment will also develop the institutional capacity of the Statistics Timor-Leste (STL), including its assigned staff, in connection with the national accounts compilation.


APPLICATION PROCEDURE


Please visit our website at www.mof.gov.tl and go to ‘Employment Opportunity’ to learn about our recruitment process and your application requirements including how to address the Selection Criteria in your application.


Applications need to be addressed to our Resident Procurement & Contract Management Officer Lucio MCJ dos Santos, at email address, jobs@mof.gov.tl , no later than 17:00hours Timor-Leste time on Friday the 5th day of April, 2013.


Applications should include (a) A covering letter , (b) a detailed resume of no more than 7 pages and (c) Your response to the selection criteria.

Applicants must answer clearly the selection criteria, in the attached format, delineating how they have met the requirements. We do not expect that you would just cut and paste from your resume but rather explain concisely and succinctly how you have met these competences, possibly providing brief examples etc. Incomplete applications will not be considered.


Only short-listed candidates will be contacted.


Thank you


Lucio MC de Jesus dos Santos

Resident Procurement & Contract Management Officer,

Ministry of Finance, Democratic Republic of Timot Leste

Email Address: ldsantos@mof.gov.tl

Private email: lujesat@yahoo.com

Mobile Phone: +670 78028758

I am Back Online

Dear All Friends,

I am now back to online as normal after changing a bit on my account code, all jobs related matter will be upload into my blog accordingly, and let me know too if you need to post any of your info.

Cheers,
Aqing
Admin

Timor Leste Offroader Team, depart from Atambua - Indonesia back to Timor with 5 Prizes


Dili, Aqing Release (un official english).

Timor Leste offroad team just return to Dili after participating an off road events that organized by Timor Travel and Timor Hotel in Atambua West Timor (NTT). The Timor Leste team was lead by the Team President Mr. Manuel de Araujo and accompany by one team advisor Mr. Agustinho.

Team from Timor Leste composed of, Jacky Automive Team (JAC, lead by Amadeo Belo Cham), Bandix (Joao Albano Jr), Timorense Auto Club (TAC, Armando), Erazul (Udin), Aciko and Celinho from 88 Team and additional off road from Maliana District lead by Mr. Vital and his wife.

Timor Leste participate on 4 out of 5 races that prepare by the EO, class 4x4 2500cc, 2500cc, 3000cc and free for all or FFA. the events to comemorate the Indonesian National Youth day.

Timor Leste manage to collect 5 trophy as follows:

Class 4X4 2500CC
1st Achoy Cham (JAC)
2nd Amadeo Cham (JAC)

Class 4X4 3000CC
2nd Joao Albano Jr - (Bandix)
3rd Aciko - (88)

FFA
5th Amadeo Cham - (JAC)

End